Tubanindah

Tuban my small Hometown

Senin, 13 April 2009

Kota Tuban



Jika Anda mampir ke kota TUBAN, jangan sampai Anda tidak membeli Batik Gedog. Batik Gedog salah satu produk unggulan, yang sudah melanglang ke mancanegara. Sentra industri di Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, sekitar 35 kilometer ke arah barat pusat kota, menawarkan satu bentuk wisata tersendiri. Sambil berburu batik gedog, yang tahun 2002 produksinya 14.800 lembar, pengunjung dapat melihat proses pembuatan tenun khas Tuban yang didominasi motif burung dan bunga yang masih sangat tradisional: mulai pembuatan benang dari kapas, penenunan, hingga pembatikan.

Tuban juga terkenal dengan sebutan "Kota Seribu Goa". Sebagai daerah pesisir, Tuban yang konon merupakan salah satu pintu masuk menuju Kerajaan Majapahit itu juga kaya akan peninggalan zaman lampau yang kini menjadi daerah tujuan wisata. Antara lain terdapat makam Sunan Bonang, Museum Kambang Putih, Klenteng Kwan Sing Bio, yang dipercaya kelenteng tertua di Indonesia, Meskipun mitos ini belum pernah terbukti, tapi banyak orang-orang Tionghoa percaya. Kepiting sebagai simbol pada pintu gerbangnya, menjadi tempat wisata religius. Juga terdapat pemandian alam Bektiharjo dan pemandian air hangat Prataan. Selain itu juga terdapat wisata air terjun "Nglirip" dan pantai Tuban yang penuh memori berpotensi menyedot pengunjung.

Goa Akbar yang terletak di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, lebih kurang satu kilometer dari pusat Kota Tuban. Berbeda dengan umumnya goa yang kerap menimbulkan kesan menyeramkan dan dihuni banyak kelelawar, goa yang berada di bawah Pasar Baru, pasar utama Tuban, tersebut dikembangkan sebagai obyek pariwisata yang menawarkan kesejukan, kenyamanan, dan keindahan tersendiri. karena guanya luas, tempat ini lebih tertata sehingga terkesan menarik. Dalam sehari ribuan wisatawan yang sebagian besar wisatawan lokal berkunjung ke tempat ini.

Belum ditambah dengan wisata kulinernya, Kota Tuban juga mempunyai makanan dan minuman khas yang sangat menggoda dan dijamin pasti ingin mencicipinya kembali, seperti Rajungan, Pepes belut, Ayam Panggang Bektiharjo, dan untuk minumannya yang sangat menggoda yaitu “Legen”, yang konon bisa meluruhkan sakit batu ginjal. Minuman Legen merupakan minuman khas daerah Tuban terbuat dari air dahan pohon Siwalan yang banyak bertebaran di daerah Tuban dengan tanpa dilakukan fermentasi, rasanya manis khas, segar dan enak, sekali mencicipi pasti dijamin ingin mencicipinya kembali. Minuman Legen lebih enak lagi apabila didapatkan pada musim kemarau. Minuman ini sangat cocok sekali apabila dihidangkan dingin-dingin atau diberi es batu.

Apabila anda sudah puas dengan wisata kulinernya, anda juga bisa mendapatkan oleh-oleh produk olahan laut sebab Tuban mempunyai produk olahan laut yang sangat layak untuk dijadikan oleh-oleh atau dikonsumsi sendiri, seperti Terasi Tuban, Petis Ikan, Petis Udang, Kerupuk Udang, dan ikan Teri.


Oleh karena itu, meski mempunyai cukup banyak potensi industri olahan, seperti legen dan makanan olahan lain dari Kecamatan Tuban dan Semanding atau gerabah hias di Kecamatan Semanding dan Parengan, kebanyakan hasil industri kecil dan menengah Tuban masih berbicara di tingkat lokal. distribusinya pun hanya menjangkau empat pasar tradisional dan satu pasar hewan.
Sesuai pergeseran peruntukan Tuban dari daerah agraris menjadi daerah industri yang strategis, Pemda Kabupaten Tuban menata wilayah-wilayah industri dengan wilayah pertanian sebagai penyeimbang. Lima kecamatan yang diperuntukkan bagi kawasan industri, yaitu Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar, akan ditopang 14 kecamatan lainnya sebagai kawasan hijau.

Dilihat dari segi Obyek wisata dan Geografis, kota Tuban sangat berpotensi menyedot wisatawan, sebab Tuban berada pada jalur Pantura yang memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Tuban.

Hasil Olahan Laut sampai Minyak Bumi

DILIHAT dari karakteristik geografis dan potensi alamnya, Kabupaten Tuban tidaklah jauh berbeda dengan daerah lainnya yang berada di pesisir pantai utara Jawa Timur, seperti Kabupaten Gresik dan Lamongan. Selain memiliki daerah pantai yang cukup panjang, yakni sekitar 65 kilometer, wilayah Tuban juga terdiri dari gunung-gunung kapur dan hutan jati yang saat ini sudah mulai habis.
Dengan kondisi alam yang demikian, maka tak heran potensi daerah Tuban menjadi cukup luas, mulai dari laut sampai daratan. Salah satu hasil kekayaan laut Kabupaten Tuban yang sudah dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor adalah potensi ikan teri nasi.
Pengolahan ikan teri yang terdapat di daerah pantai, seperti di Kecamatan Palang, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar, hasilnya sudah diekspor ke Jepang.

Tak berbeda dengan kekayaan alam lautnya, potensi perut bumi Tuban juga cukup besar. Salah satu di antaranya adalah minyak bumi. Di wilayah Tuban saat ini sedikitnya terdapat sekitar enam daerah yang memiliki cadangan minyak dan gas yang akan dan sedang dieksploitasi. Beberapa daerah itu di antaranya di Kecamatan Singgahan dengan 20 sumur yang sebagian sumurnya telah dieksploitasi, yaitu Bangilan, Bukar, Parengan, Jenu, Mudi, dan Rengel.
Selain Mobil Oil, perusahaan eksplorasi dan eksploitasi migas yang sudah cukup lama beroperasi di Tuban, yaitu Devon Oil dan JOB Pertamina, serta perusahaan migas dari Cina, Petrochina.

Rabu, 08 April 2009

Tuban My hometown


Kota Tuban adalah kota kecil yang terletak di pulau Jawa Timur. Kota yang convenient untuk ditempati bagi orang-orang yang ingin berkembang dalam bisnis franchise atau waralaba. Kota kecil ini memiliki pesona yang cukup indah dan termasuk kategori kota yang bersih sehingga pernah memperoleh penghargaan ADIPURA. kota yang sedang berkembang ini memiliki beberapa fasilitas yang cukup mudah dijangkau misalnya pusat perbelanjaan baik modern maupun tradisional, fasiltas lain meliputi Perkantoran, Pendidikan dan masih banyak fasilitas pendukung lainnya. kota Tuban juga termasuk kota yang memiliki nama dan daya tarik baik luar maupun dalam negeri dengan seni Batiknya. Di kota Tuban terdapat centra Batik yang ternam hingga ke mancanegara. Adapun tempat-tempat pembuatan Batik terbesar yang bisa kita jumpai terletak di desa Kerek, dan Karang Waru. Selain terkenal dengan batiknya, kota Tuban juga masih memiliki beragam budaya seni tradisional yang masih melekat pada masyarakat Tuban. Beberapa seni kedaerahan seperti; Karnaval tahunan, Tari Tayuban (sering dikenal dengan sebutan Sindir). Seni tayub sekarang mulai terpinggirkan. Tergusur Dangdut Koplo, Para Sindir pun Kian Tak Populer. Popularitas musik dangdut koplo berdampak negatif terhadap seni tayub. Kondisi ini tentu juga berdampak kurang bagus bagi para sindir, seniman tayub.

Selain Nganjuk, Tuban termasuk daerah yang seni tayubnya tumbuh dan berkembang. Di Kota Tuak ini, tayub cukup memasyarakat. Tak jarang seni tradisional itu ditampilkan, terutama di acara warga saat punya jahat pernikahan atau khitanan.

Sebagai seniman tayub, para sindir pun diidolakan. Mereka memiliki penggemar masing-masing. Namun, akhir-akhir ini keberadaan tayub tak semoncer dulu. Tayub saat ini hanya bisa eksis di wilayah pinggiran. Itu pun, di momen-momen tertentu, seperti sedekah bumi.

Memang, kalangan muda Tuban, terutama yang di kota, saat ini tak banyak yang mengenal sindir. Mereka lebih mengenal penyanyi dangdut, meski berasal dari luar Tuban dan belum menasional.

Faktor lain penyebab terus menurunnya popularitas tayub adalah keberadaan sindir yang sering diidentikkan dengan wanita penggoda. Image negatif ini sering dijadikan alasan untuk mendeskreditkan para sindir, sehingga kian "dijauhi" penggemarnya.

Memang, itulah realitas yang harus dihadapi para sindir. Bahkan, diduga karena image negatif itu pula kebanyakan sindir gagal mempertahankan biduk rumah tangganya.

Sebagian besar sindir memulai karirnya di saat masih lajang.
Karena image yang kurang bagus itulah, sindir dan tayub kian tak dikenal. Buntutnya, sindir dan para pangrawit (penabuh gamelan) tak bisa lagi hanya menggantungkan hidup (pendapatan) dari kesenian itu.

Sementara itu, Kasubdin Seni Budaya Dinas Pariwisata Tuban, Pemkab Tuban terus berupaya melestarikan seni tayub. Salah satunya, dengan menggelar agenda tetap setiap tahun berupa ritual siraman seniman langen tayub. Ritual ini dilakukan di mata air Bektiharjo, Semanding. "Dalam acara ritual tersebut, tidak hanya para sindir, tetapi para pengrawit juga ikut menjalani siraman," katanya.

Menurut Kasubdin Seni Budaya Dinas Pariwisata Tuban, selain untuk tetap memopulerkan tayub, ritual itu juga untuk membersihkan diri para seniman tayub dari berbagai godaan yang bisa menodai nilai-nilai seni tayub. Bahkan, agar kesan negatif bisa dihilangkan, sebutan sindir saat ini telah diganti dengan waranggana. Jumlah waranggana yang aktif di Tuban saat ini sekitar 93 orang. Sedangkan dulu mancapai ratusan orang.

Penulis mengajak segenap wisatawan dan masyarakat kota Tuban untuk ikut melestarikan dan menjaga keindahan kota Tuban sehingga tercipta suasana yang aman dan tertib.